Loading...
Loading...
Prabowo Subianto tak pernah sekalipun mengalahkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) dalam berbagai hasil survei keterpilihan yang dirilis.
Artinya, Ketua Umum Partai Gerindra itu selalu keok di hadapan Jokowi yang tak tergoyahkan di posisi puncak.
Akan tetapi, hal itu sama sekali tak dirisaukan mantan menantu Presiden Soeharto tersebut.
Menurutnya, berbagai hasil survei elektabilitas itu bukan murni keinginan rakyat.
Sebab, hasil yang dibuat lembaga survei pun bergantung kepada siapa yang membayar dan mendanai survei-survei tersebut.
Demikian disampaikan Prabowo kepada awak media usai berziarah di makam Proklamator Kemerdekaan RI Seokarno di Blitar, Jawa Timur, Jumat (4/5/2018).
“Survei itu hasilnya tergantung siapa yang bayar,” ketus Prabowo menjawab pertanyaan wartawan.
Mantan Danjen Kopassus itu mengklaim, mendapati hasil berbeda dalam survei internal yang dilakukan Gerindra.
“Kita punya survei sendiri. Hasilnya bagus,” sambung Prabowo.
Untuk diketahui, sejak disungkurkan Jokowi di Pilpres 2014 lalu, elektabilitas Prabowo sama sekali tak bisa bersaing ketat dengan calon petahana itu.
Bahkan, dalam berbagai hasil survei terbaru, ia malah tertinggal jauh dari mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Untuk perbandingan, hasil survei Median, elektabilitas Joko Widodo tercatat mendapai 36,2 persen dibanding Prabowo yang mendapat 20,4 persen.
Sedangan hasil survei Cyrus Network, Prabowa malah tertinggal jauh dengan hanya mendapat 21,8 persen dengan Joko Widodo yang mendapat 58,5 persen.
Di sisi lain, dalam hasil pertanyaan terbuka yang dirilis Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai KOPI) Joko Widodo didukung 35,1 dan Prabowo hanya 12,0 persen.
Tak ketinggalan, hasil survei Litbang Kompas menempatkan Prabowo yang makin jauh tertinggal dengan hanya mendapat 14,1 persen dibanding Joko Widodo dengan elektabilitas 55,9 persen.
Sementara dalam hasil survei terbaru yang dirilis Indikator Politik Indonesia, nasib Prabowo tak kunjung berubah dengan hanya didukung 29 persen saja.
Angka itu, tak sampai setengah dari dukungan yang didapat Joko Widodo dengan dukungan yang mencapai 60,6 persen.
Artinya, Ketua Umum Partai Gerindra itu selalu keok di hadapan Jokowi yang tak tergoyahkan di posisi puncak.
Akan tetapi, hal itu sama sekali tak dirisaukan mantan menantu Presiden Soeharto tersebut.
Menurutnya, berbagai hasil survei elektabilitas itu bukan murni keinginan rakyat.
Sebab, hasil yang dibuat lembaga survei pun bergantung kepada siapa yang membayar dan mendanai survei-survei tersebut.
Demikian disampaikan Prabowo kepada awak media usai berziarah di makam Proklamator Kemerdekaan RI Seokarno di Blitar, Jawa Timur, Jumat (4/5/2018).
“Survei itu hasilnya tergantung siapa yang bayar,” ketus Prabowo menjawab pertanyaan wartawan.
Mantan Danjen Kopassus itu mengklaim, mendapati hasil berbeda dalam survei internal yang dilakukan Gerindra.
“Kita punya survei sendiri. Hasilnya bagus,” sambung Prabowo.
Untuk diketahui, sejak disungkurkan Jokowi di Pilpres 2014 lalu, elektabilitas Prabowo sama sekali tak bisa bersaing ketat dengan calon petahana itu.
Bahkan, dalam berbagai hasil survei terbaru, ia malah tertinggal jauh dari mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Untuk perbandingan, hasil survei Median, elektabilitas Joko Widodo tercatat mendapai 36,2 persen dibanding Prabowo yang mendapat 20,4 persen.
Sedangan hasil survei Cyrus Network, Prabowa malah tertinggal jauh dengan hanya mendapat 21,8 persen dengan Joko Widodo yang mendapat 58,5 persen.
Di sisi lain, dalam hasil pertanyaan terbuka yang dirilis Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai KOPI) Joko Widodo didukung 35,1 dan Prabowo hanya 12,0 persen.
Tak ketinggalan, hasil survei Litbang Kompas menempatkan Prabowo yang makin jauh tertinggal dengan hanya mendapat 14,1 persen dibanding Joko Widodo dengan elektabilitas 55,9 persen.
Sementara dalam hasil survei terbaru yang dirilis Indikator Politik Indonesia, nasib Prabowo tak kunjung berubah dengan hanya didukung 29 persen saja.
Angka itu, tak sampai setengah dari dukungan yang didapat Joko Widodo dengan dukungan yang mencapai 60,6 persen.
0 Response to " "
Posting Komentar