Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Pengamat politik Ray Rangkuti menyebut, gerakan #GantiPresiden2019 belum sepenuh hati. Pasalnya, gerakan ini seperti kurang pede mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Ray menilai, jika mereka fix mendukung Prabowo, seharusnya selalu menyelipkan nama Ketum Gerindra itu.

"Jadi sudah harus diidentikkan dari sekarang. Ini kan mau ganti presiden ya harusnya terbuka dari sekarang," kata Ray kepada Kricom di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Ray menilai aksi yang dilakukan sejumlah oknum berkaus #2019GantiPresiden terhadap seorang ibu dan anaknya di car free day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, merupakan intimidasi atau persekusi.

"Itu termasuk intimidasi, sekarang namanya membuat cap orang menjadi takut itu intimidasi. Persekusi itu intimidasi karena membuat orang tidak nyaman atas tindakan yang dilakukan sekelompok orang," kata Ray.

Menurutnya, tidak ada alasan pembenar apa pun atas tindakan yang dilakukan oknum berkaus #2019GantiPresiden terhadap seorang ibu dan anaknya karena berbeda pilihan atau pandangan politik.

Alasan yang dibangun bahwa ibu yang memakai kaus dengan tulisan #DiaSibukKerja itu salah karena masuk ke kelompok yang berbeda pilihan politik, tidak bisa diterima, karena siapa pun harus menghormati setiap pilihan atau sikap orang lain.

"Enggak bisa, argumen-argumen mempermaklumkan itu misalnya dia salah gerombolan, lalu dianalogikan seperti suporter klub sepak bola A datang ke superter klub sepak bola B, lalu dikerubutin. Itu tidak bisa dibenarkan," katanya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1