Loading...
Loading...
Organisasi buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendeklarasikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden (Capres) 2019 tepat di Hari Buruh Internasional, Selasa (1/5) kemarin.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Sarmuji menilai deklarasi di Hari Buruh tersebut menunjukan bahwa partai-partai oposisi tengah khawatir dan kehilangan cara dalam meningkatkan elektabilitas Prabowo. Sehingga menjadikan Hari Buruh sebagai ajang kampanye dan deklarasi dukungan.
"Ini memang saya melihat ada kekhawatiran yang sangat besar, oposisi-oposisi kelihatan sekali lawan Pak Jokowi ini kehilangan cara, berbagai cara dicoba tetapi elektabilitas Pak Jokowi masih diatas 50 persen juga," kata Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Anggrek Nelly, Slipi Jakarta Barat, Rabu (2/5).
Begitupun mereka memanfaatkan Car Free Day (CFD) untuk kepentingan politik dan melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap pendukung Joko Widodo.
"Segala kesempatan dimanfaatkan termasuk intimidasi di CFD dan sebagainya. Ini menurut saya situasi dimana pilihan lawan Pak Jokowi semakin sempit untuk mengalahkan Pak Jokowi," tukasnya.
Sementara terkait besarnya dukungan buruh ke Prabowo, Sarmuji mengaku pihaknya tak khawatir. Apalagi organisasi buruh banyak dan mereka memiliki suara dan aspirasi politik yang berbeda-beda.
"Kelompok buruh itu bukan partai politik, yang partai saja tidak tunggal suara konstituen. Partai yang bersangkutan, apalagi ini kelompok profesi. Kelompok profesi kita jamin tidak punya aspirasi tunggal jadi jangan sekali-sekali merasa diri untuk menunggalkan aspirasi kaum buruh," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden KSPI, Said Iqbal melakukan deklarasi terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres pada pemilihan presiden (pilpres) 2019.
Deklarasi itu dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5).
Selain deklarasi, keduanya juga melakukan tanda tangan kontrak politik yang memuat sepuluh tuntutan atau aspirasi buruh.[]
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Sarmuji menilai deklarasi di Hari Buruh tersebut menunjukan bahwa partai-partai oposisi tengah khawatir dan kehilangan cara dalam meningkatkan elektabilitas Prabowo. Sehingga menjadikan Hari Buruh sebagai ajang kampanye dan deklarasi dukungan.
"Ini memang saya melihat ada kekhawatiran yang sangat besar, oposisi-oposisi kelihatan sekali lawan Pak Jokowi ini kehilangan cara, berbagai cara dicoba tetapi elektabilitas Pak Jokowi masih diatas 50 persen juga," kata Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Anggrek Nelly, Slipi Jakarta Barat, Rabu (2/5).
Begitupun mereka memanfaatkan Car Free Day (CFD) untuk kepentingan politik dan melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap pendukung Joko Widodo.
"Segala kesempatan dimanfaatkan termasuk intimidasi di CFD dan sebagainya. Ini menurut saya situasi dimana pilihan lawan Pak Jokowi semakin sempit untuk mengalahkan Pak Jokowi," tukasnya.
Sementara terkait besarnya dukungan buruh ke Prabowo, Sarmuji mengaku pihaknya tak khawatir. Apalagi organisasi buruh banyak dan mereka memiliki suara dan aspirasi politik yang berbeda-beda.
"Kelompok buruh itu bukan partai politik, yang partai saja tidak tunggal suara konstituen. Partai yang bersangkutan, apalagi ini kelompok profesi. Kelompok profesi kita jamin tidak punya aspirasi tunggal jadi jangan sekali-sekali merasa diri untuk menunggalkan aspirasi kaum buruh," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden KSPI, Said Iqbal melakukan deklarasi terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres pada pemilihan presiden (pilpres) 2019.
Deklarasi itu dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5).
Selain deklarasi, keduanya juga melakukan tanda tangan kontrak politik yang memuat sepuluh tuntutan atau aspirasi buruh.[]
0 Response to " "
Posting Komentar