Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Mantan Teroris Yudi Zulfachri tak terima bila otak pemboman Sarinah pada 2016 lalu Aman Abdurahman divonis hukuman mati. Yudi meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Menurut Yudi, bila Aman divonis hukum mati, hal ini akan lebih berbahaya kedepannya. Sebab saat ini terdapat ratusan pengikut Aman yang sudah terjebak dalam ideolgi sesat yang diajarkan Aman. Dengan begitu meskipun Aman ditembak mati sekalipun, ideologinya tetap akan hidup.

Dia mengatakan, Aman merupakan salah satu tokoh yang paling disegani dalam jaringan terorisme di Indonesia. Semua instruksi Aman akan dipatuhi semua pengikutnya sehingga dengan membiarkan Aman tetap hidup maka bisa dijadikan pintu untuk merangkul pengikut - pengikutnya untuk kembali kejalan yang benar.

"Kalau ustadz Aman divonis hukuman mati saya Khawatir orangnya di hukum mati, paham dan doktrinha nya akan tetap hidup ini yang saya khawatir. Tapi kalau dia dibiarkan berjalan sehari-hari dengan pendekatan-pendekatan kalau dia bisa berubah (Tobat) maka pengikutnya juga akan tobat," kata Yudi saat ditemui dikawasan Cikini Jakarta pusat, Sabtu (19/5).

Tak hanya itu Yudi mengatakan efek lain dari finis hukum mati terhadap Aman ini juga tak memantik perlawanan dari pengikut - pengikut Aman yang saat ini belum bisa ditangkap sehingga ini menjadi dendam terhadap negara dan pemerintah.

"Begini, kalau orang sudah divonis hukuman mati itu psikologi nya sudah berbeda dia semakin marah semakin provokatif saya khawatir tuntunan mati ini akan menjadi bumerang dan kontraproduktif," ujarnya.

Lagi pula bagi Yudi kasus yang menjerat Aman ini belum layak untuk dijatuhi hukuman mati. Dia mengatakan masih banyak tersangka teroris dengan kasus yang lebih besar yang saat ini tidak dihukum mati.

"Tingkat kasusnya belum cukup untuk dihukum mati, banyak kasus berat dari Ustadz Aman itu tidak dihukum mati sehingga ini akan menambah permusuhan perlawanan dari pengikutnya saya rasa pemerintah harus benar-benar berfikir dalam hal ini," tutupnya.[]

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1