Loading...
Loading...
Ketua Progres 98 Faizal Assegaf menyatakan, mendukung langkah Rektorat Universitas Gajah Mada (UGM) yang mencoret nama Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dari daftar penceramah tarawih di masjid kampus tersebut.
Menurut Faizal, penolakan terhadap Fahri yang ia sebut sebagai 'preman berdasi' sudah tepat, karena hal itu telah menangkal oknum politisi yang ingin menebar virus radikalisme di kampus.
"Kami mendukung UGM menolak preman berdasi @Fahrihamzah. Jgn beri ruang pd politisi busuk pembela kejahatan terorisme itu menularkan virus radikalisme di kampus," tulis Faizal di akun Twitternya, Jumat (25/5/2018).
Ditambahkannya, apa yang dilakukan pihak UGM dengan tidak mengizinkan politisi PKS itu berceramah di kampus tersebut, telah mewakili aspirasi seluruh rakyat Indonesia, khususnya kalangan akademisi.
"Langkah yg diambil pihak UGM merupakan reaksi tegas dan mewakili aspirasi seluruh rakyat serta kalangan akademisi. Tindakan tegas menangkal para penyebar faham radikalisme bertujuan menegakkan prinsip Pancasila dan kepentingan nasional," tegas Faizal.
Lebih jauh, salah satu pendiri Presidium Alumni 212 ini berharap, sikap yang ditunjukkan UGM, diikuti elemen masyarakat lainnya.
"Semoga seluruh elemen pencinta NKRI lainnya bersikap demikian. Rapatkan barisan, lawan politisi berjubah agama! FA," tandas @faizalassegaf.
Sebelumnya diberitakan, Fahri Hamzah dijadwalkan akan berceramah dalam salat tarawih di Masjid Kampus UGM pada Selasa (22/5/2018). Namun agenda tersebut dibatalkan oleh Direktorat UGM dengan alasan adanya pro-kontra masyarakat terhadap sejumlah penceramah, termasuk Fahri.
"Jadi memang ada beberapa pro kontra di kalangan masyarakat berkaitan dengan beberapa penceramah (di Masjid Kampus UGM)," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Aryani, dihubungi wartawan, Kamis (24/5/2018).
Ditambahkan Iva, keputusan yang diambil UGM murni atas inisiatif pimpinan rektorat dalam merespons situasi terkini. Dia menepis tudingan ada tekanan dari pihak luar kampus, apalagi dari Pemerintah.
"Enggak, sama sekali tidak benar. Tidak pernah ada (desakan) dari kementerian, dari istana dari manapun, tidak," tegasnya.
Menurut Faizal, penolakan terhadap Fahri yang ia sebut sebagai 'preman berdasi' sudah tepat, karena hal itu telah menangkal oknum politisi yang ingin menebar virus radikalisme di kampus.
"Kami mendukung UGM menolak preman berdasi @Fahrihamzah. Jgn beri ruang pd politisi busuk pembela kejahatan terorisme itu menularkan virus radikalisme di kampus," tulis Faizal di akun Twitternya, Jumat (25/5/2018).
Ditambahkannya, apa yang dilakukan pihak UGM dengan tidak mengizinkan politisi PKS itu berceramah di kampus tersebut, telah mewakili aspirasi seluruh rakyat Indonesia, khususnya kalangan akademisi.
"Langkah yg diambil pihak UGM merupakan reaksi tegas dan mewakili aspirasi seluruh rakyat serta kalangan akademisi. Tindakan tegas menangkal para penyebar faham radikalisme bertujuan menegakkan prinsip Pancasila dan kepentingan nasional," tegas Faizal.
Lebih jauh, salah satu pendiri Presidium Alumni 212 ini berharap, sikap yang ditunjukkan UGM, diikuti elemen masyarakat lainnya.
"Semoga seluruh elemen pencinta NKRI lainnya bersikap demikian. Rapatkan barisan, lawan politisi berjubah agama! FA," tandas @faizalassegaf.
Sebelumnya diberitakan, Fahri Hamzah dijadwalkan akan berceramah dalam salat tarawih di Masjid Kampus UGM pada Selasa (22/5/2018). Namun agenda tersebut dibatalkan oleh Direktorat UGM dengan alasan adanya pro-kontra masyarakat terhadap sejumlah penceramah, termasuk Fahri.
"Jadi memang ada beberapa pro kontra di kalangan masyarakat berkaitan dengan beberapa penceramah (di Masjid Kampus UGM)," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Aryani, dihubungi wartawan, Kamis (24/5/2018).
Ditambahkan Iva, keputusan yang diambil UGM murni atas inisiatif pimpinan rektorat dalam merespons situasi terkini. Dia menepis tudingan ada tekanan dari pihak luar kampus, apalagi dari Pemerintah.
"Enggak, sama sekali tidak benar. Tidak pernah ada (desakan) dari kementerian, dari istana dari manapun, tidak," tegasnya.
0 Response to " "
Posting Komentar