Loading...
Loading...
Keterlibatan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno sebagai pendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 menuai kritikan. Apalagi dia sampai menyebut ekonomi Indonesia buruk selama dipimpin Joko Widodo.
Pengamat Politik Boni Hargens menilai Sandiaga sebagai orang taki beretika. Karena sebagai pimpinan Pemprov DKI selaku perwakilan pemerintah pusat, harusnya mendukung Pusat.
Tapi kenyataannya, dia malah mencari peluang untuk mendongkrak nama baik parpolnya dan Prabowo dalam pemilu lima tahunan.
"Ini jelas tak etis. Namun, bukan hal yang aneh. Tetapi kan aturan mana yang bisa menjerat, itu yang harus kita lihat," kata Boni kepada Kricom di Jakarta, Senin (30/4/2018).
Menurutnya, harus ada aturan yang ditegakkan agar Sandiaga tidak bersikap seperti ini lagi. Apalagi statusnya saat ini adalah pemimpin Ibu Kota.
"Karena negara kan tak bermain di wilayah abu-abu. Di Pasal mana soal tata kelola pemerintahan yang dia langgar, ini harus dikejar," ujarnya.
Dia melanjutkan, Mendagri Tjhajo Kumolo harus turun tangan.
"Karena kalau mengandalkan hanya kesadaran moral dan etis, itu di Indonesia enggak punya ketajaman nurani sudah enggak ada," tutup Boni.
Pengamat Politik Boni Hargens menilai Sandiaga sebagai orang taki beretika. Karena sebagai pimpinan Pemprov DKI selaku perwakilan pemerintah pusat, harusnya mendukung Pusat.
Tapi kenyataannya, dia malah mencari peluang untuk mendongkrak nama baik parpolnya dan Prabowo dalam pemilu lima tahunan.
"Ini jelas tak etis. Namun, bukan hal yang aneh. Tetapi kan aturan mana yang bisa menjerat, itu yang harus kita lihat," kata Boni kepada Kricom di Jakarta, Senin (30/4/2018).
Menurutnya, harus ada aturan yang ditegakkan agar Sandiaga tidak bersikap seperti ini lagi. Apalagi statusnya saat ini adalah pemimpin Ibu Kota.
"Karena negara kan tak bermain di wilayah abu-abu. Di Pasal mana soal tata kelola pemerintahan yang dia langgar, ini harus dikejar," ujarnya.
Dia melanjutkan, Mendagri Tjhajo Kumolo harus turun tangan.
"Karena kalau mengandalkan hanya kesadaran moral dan etis, itu di Indonesia enggak punya ketajaman nurani sudah enggak ada," tutup Boni.
0 Response to " "
Posting Komentar