Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Kehadiran aparat Brimob di dua kantor Partai Gerindra, Jawa Tengah membuat elite partai tersebut marah. Pimpinan partai berlambang kepala burung garuda itu akan mencari Kapolri Jenderal Tito Karnavian, untuk mempertanyakan aturan dari kehadiran personel Brimob ke kantor parpol.

Politikus Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan, kejadian penggerudukan tersebut akan ditanyakan ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dalam rapat kerja dengan komisi hukum yang akan datang.

"Nanti akan ditanyakan ke Polri lewat pertemuan rutin," ujar Dasco saat dihubungi, Senin (7/5).

Anggota Komisi III DPR itu ingin mengetahui apakah itu adalah kebijakan Mabes Polri, Polda Jawa Tengah, atau Brimob bergerak sendiri. Jika alasan kedatangan pasukan elite polisi itu untuk menjaga keamanan. Sebab keamanan di Jawa Tengah tidak dalam kondisi darurat. "Kalau dalam tugas pengamanan rutin kan harusnya enggak bersenjata lengkap," tegasnya.

Sebelumnya,‎ Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku telah mendapat laporan dari dua kantor Partai Gerindra di Jawa Tengah digeruduk oknum Brimob. Itu terjadi di DPC Kota Semarang dan DPD Jawa Tengah.

Informasi yang didapatkan Wakil Ketua DPR itu kedatangan oknum Brimob terkait kaus bertagar #2019GantiPresiden. Mereka hendak melakukan upaya penyitaan.

Padahal, menurutnya, Fadli tidak ada yang salah adanya kaus #2019GantiPresiden. Karena itu adalah bagian dalam kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Fadli sangat kecewa atas sikap yang dilakukan Brimob tersebut. Sebab yang dilakukan pasukan elite Polri itu adalah bentuk intimidasi.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1