Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Kapolri Jenderal Tito Karnavian langsung mengunjungi Mako Brimob, Kelapa Dua untuk melihat kondisi terakhir pasca adanya penyanderaan oleh tahanan terorisme.

Kepada awak media, Tito mengatakan, pada Selasa (8/5) malam saat dirinya berada di Jordania mendapat informasi atas peristiwa penyanderaan itu.

"Maka saya segera melakukan koordinasi dengan Kadensus Antitetor 88, kemudian juga dengan Dankorps Brimob yang saat itu ada di lokasi. Kemudian saya juga sampaikan kepada Wakapolri untuk memimpin langsung didampingi Kapolda Metro, Kabareskrim dan lainnya," kata Tito di Mako Brimob Kelapa Dua, Jalan Komjen M Jasin, Depok , Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

Tito menerangkan, dalam peristiwa itu sempat terjadi perlawanan sehingga akhirnya dilakukan penembakan.

"Dari tahanan teroris ada satu yang tertembak dan kemudian kami ketahui tewas dan satunya lagi terluka tertembak di bagian tangan," sebutnya.

Para pelaku, lanjut Tito juga sempat merampas beberapa senjata hingga dia memberi instruksi untuk segera melakukan perimeter pengepungan.

"Dengan kekutaan cukup besar saya tanya di dalam lebih kurang ada 125 orang dan kemudian ada satu bayi di dalam. Anggota yang disandera ada satu yang hidup dan kemudian jumlah anggota yang kepung hampir 800 sampai 1000. Saya anggap cukup itu," ungkapnya.

Tito mengaku, sudah meminta izin Presiden Jokowi dan orang nomor satu di RI itu menyerahkan kepadanya untuk mengambil keputusan.

"Saya sudah melaporkan kepada bapak presiden dan instruksi beliau sangat tegas bahwa kita tak boleh kalah dengan terorisme dan Kapolri mengambil tindakan tegas yang diperlukan," tutupnya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1