Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Hampir di setiap kesempatan, Presiden Joko Widodo selalu bercerita soal kunjungannya ke Afghanistan dan Cox's Bazar. Termasuk saat Jokowi memberikan pidato di Harlah ke-93 Al-Khairiyah.

Tak hanya itu, Jokowi juga bercerita hari ini ada pertemuan trilateral di Istana Bogor yang membahas soal perdamaian di Afghanistan yang sudah 40 tahun bertikai antarsuku. Hal itu dikatakan Jokowi di Aula PB Al-Khairiyah, Citangkil, Cilegon, Banten, Jumat (11/5).

"Saya terbang ke Afghanistan, 8 hari sebelum saya turun di Kabul, Afghanistan, ada bom yang menewaskan 20 orang. Kemudian dua hari sebelun saya turun di Kabul, ada bom yang tewaskan 102 orang. 5 Jam sebelum saya turun ada bom menewaskan 5 orang," kata Jokowi.
"Di Kabul isinya bom. Saya ke sana sebenarnya enggak boleh. Panglima sampaikan ke saya, Presiden sebaiknya enggak ke sana. Kapolri juga. Saya sampaikan saat itu, bismillah saya tetap mau berangkat. Urusan keamanan urusan Panglima, Kapolri dan BIN, bukan urusan saya. Itu saja permintaan saya," lanjut dia.

Itulah yang menurut Jokowi kelebihan seorang presiden. Lalu Jokowi bercerita dia sempat minta Presiden Ashraf Ghani untuk menyediakan panser antipeluru dan antiroket saat dirinya tiba di Kabul.
Ternyata begitu Jokowi tiba permintaan itu tidak dikabulkan. Utusan Ashraf Ghani yaitu wakil presiden Afghanistan sempat berbisik ke Jokowi begitu Presiden Indonesia tiba di Kabul.

"Presiden Jokowi kami mohon bapak tidak menggunakan panser antiroket, antipeluru. Waduh baru sampai Kabul baru ngomong. Kami mohon bapak naik mobil biasa. Loh... Loh... Loh..." ucap Jokowi.

Saat lagi seru-serunya Jokowi bercerita, tiba-tiba terdengar azan Ashar berkumandang. Jokowi lalu bertanya. "Baru azan ya?" tanya Jokowi.
Jokowi kemudian menghentikan pidatonya. Ia dan peserta Harlah ke-93 Al-Khairiyah khidmat mendengarkan suara azan. Lalu ketika azan usai, Jokowi kembali melanjutkan pidatonya. 

Dalam acara Harlah ke-93 Al-Khairiyah turut hadir Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1