Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai petahana masih mengungguli lawan-lawannya. Hal ini terlihat pada hasil survei terbaru mengenai elektabilitas bakal calon presiden 2019 yang dirilis Indikator Politik Indonesia.

Survei yang dilakukan pada 25-31 Maret 2018 itu melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling. Margin of error dari survei +- 2,9%, dengan tingkat kepercayaan 95%.

Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki hak pilih, yakni yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Indikator Politik Indonesia melakukan pengumpulan data lewat wawancara tatap muka. Hasil untuk pertanyaan terbuka (top of mind), yaitu:

1. Jokowi 51,9%
2. Prabowo 19,2%
3. Anies 2,2%
4. AHY 2,0%
5. Gatot 1,7%
6. Hary Tanoe 1,4%
7. JK 1,0

Tidak tahu/tidak menjawab (TT/T) 12,7%

Total ada lebih dari 40 nama yang muncul dalam survei ini. Namun, di luar tujuh nama di atas, elektabilitas nama-nama lain di bawah 1 persen.

Untuk pertanyaan semi terbuka, dengan simulasi nama calon, elektabilitas Jokowi dan Prabowo sama-sama meningkat sekitar 5 persen.

“Berdasarkan tren semi terbuka dengan pertanyaan jika pemilihan presiden diadakan sekarang, dengan simulasi 5 nama, Jokowi unggul dengan 56,5%, Prabowo Subianto 24,2%. Yang lain terus terang per hari ini belum cukup kompetitif. Anies Baswedan 4,1%, serta Gatot Nurmantyo dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) imbang di 2,9%, dan undecided voter (TT/T) 9,8%,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam paparannya di kantor Indikator Politik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/4/2018).

Sementara untuk simulasi 4 nama, Jokowi tetap unggul dengan perolehan suara 57,3%. Sementara Prabowo memperoleh 25,2%, Anies Baswedan 4,5%, sedangkan Gatot 3,3%.

“Yang diambil nama Mas AHY. Suara mas AHY ini cenderung berpindah ke Prabowo, dan sedikit ke Anies,” ujar Burhanuddin.

Sedangkan jika Jokowi head to head dengan Prabowo Subianto, hasilnya Jokowi unggul dengan perolehan 60,6%, sedangkan Prabowo 29% dan TT/T 10,4%.

“Belum memanaskan mesin saja sudah mendapat hampir 30 persen. Kalau Pak Jokowi kan sudah muter ke mana-mana,” kata Burhanuddin.

Jika Jokowi head to head dengan capres lain selain Prabowo, Jokowi masih tetap unggul dengan elektabilitas di atas 69%. Sedangkan lawannya, seperti Anies mendapat perolehan 15,7%, dan Gatot memperoleh 14,5%.

“Jadi kalau Pak Prabowo nggak maju, itu nggak semata-mata pemilih pak Prabowo lari ke anyone else but Jokowi. Ada juga yang lari ke Jokowi kalau menurut data,” jelas Burhanuddin.

Hadir sebagai narasumber Politikus Golkar sekaligus Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Politikus PKS Mardani Ali Sera, dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat. Diundang pula Politikus PDIP Maruarar Sirait dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, namun hingga berita dimuat keduanya belum tiba di lokasi.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1