Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Beberapa bulan lagi masyarakat Indonesia akan merayakan pesta demokrasi dimulai dari Pilkada serentak hingga Pilpres 2019. Berbagai hal pun dipersiapkan oknum tertentu untuk menjungkalkan lawan politiknya.

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh memprediksi isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) masih menjadi komoditas utama bagi kelompok tertentu.

"Konsumsi yang menjadi andalan adalah isu SARA. Itu artinya pemahaman masyarakat kita yang masih amat mudah terprovokasi," kata Surya saat peringatan Hari Pendidikan Nasional di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (2/5/2018).

Sebab itu masyarakat harus berhati-hati dalam menelan informasi. Kemudian, antar warga perlu menonjolkan kebersamaan ketimbang perbedaan demi terciptanya kerukunan.

"Seharusnya kita mampu membangun pemahaman masyarakat. Perbedaan bisa diwujudkan untuk mencoba merangkul, merangkum dari perbedaan menuju kebersamaan," ujarnya.

Dengan menonjolkan rasa kebersamaan, maka rakyat Indonesia akan mudah diserang isu SARA dan kampanye hitam.

"Tidak ada artinya model demokrasi, kalau kita hanya berhenti untuk perbedaan. Jika itu yang menjadi pemahaman, cepat atau lambat kita akan mendapatkan hasil yang mudaratnya lebih banyak dari manfaatnya," tutup Paloh.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1