Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon kembali membuat cuitan di akun Twitternya yang membahas mengenai Papua.
Diketahui pada pada Kamis (12/4) kemarin, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berkunjung ke Kota Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.
Dikatakan bahwa Jokowi adalah Presiden pertama ke Asmat dan kedatangan Jokowi disambut masyarakat Asmat.
Masyarakat menganugerahi Jokowi dengan nama adat dan gelar. Nama adat yang diberikan kepada Jokowi yaitu Kambepit. Sedangkan gelar untuk Jokowi yaitu panglima perang Asmat.
Hali ini mendapat tanggapan serius dari Fadli Zon yang menerangkan Presiden Soeharto datang ke Papua 5 kali dalam 30 tahun dan pada setiap kunjungan punya dampak besar bagi kemajuan Papua. Bukan sekedar kunjungan.
Ungkapan Fadli Zon dalam Twitternya ini memancing warganet untuk berkomentar.
Presiden Soeharto datang ke Papua hanya 5 kali dlm 30 th, tp setiap kunjungan punya dampak besar bg kemajuan Papua. Bukan sekedar kunjungan.
“Dampaknya listrik di papua baru ada sekarang ya? Atau harga bbm baru turun sekarang? Atau pp minta saham baru kebongkar di era jokowi???” kata akun @CR15702 memperjelas.
“Anda adalah Bagian dari Aktivis Reformasi 98,, Kalau Soeharto memang Presiden Baik, kenapa Saat 98 di Lengserkan..?? Terus sekarang Di puja2 lagi, Tanggal merah, lagi Isra mi'raj, Libur napa Nyinyirnya..” Ucap akun @prast_agus
“You should stop this (kamu harus menghentikan ini). Orang2 sangat suka pemerintah kita memperhatikan papua. Rakyat Indonesia diluar Papua merasa sangat bersalah sudah melalaikan Papua begitu lama. Apapun kritik Anda hanya akan menampar wajah sendiri,” ujar akun @rizahariati
Sampai ada yang menegaskan bahwa kunjungan Soeharto berdampak hanya pada kemajuan Freeport.
“Soeharto ke papua yg jelas tujuannya ya hanya freeport, itu fakta bukan fiksi” Kata akun @krisna_green

“Kemajuan freeport iya,,,kontrak aman” ucap akun @deroman 

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1