Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Strategi Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan Fadli Zon yang kerap menyerang kelompok lain dinilai tak efektif untuk mengatrol suara mereka. Pasalnya, segmentasi suara Partai berlambang garuda itu terbatas.
 
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Ari Junaedi mengatakan, Prabowo hanya memiliki pendukung loyalis dari Gerindra, PKS, dan PAN.
 
"Pendukungnya kan hanya berkutat di itu-itu saja. Berkutat pada ketiga partai itu saja," papar Ari kepada Kricom di Jakarta, Minggu (8/3/2018).
 
Dilihat dari elektabilitas, Prabowo juga tak kunjung naik. "Kalau kata anak muda, gak ngefek (strategi kampanye), justru makin melekatkan stigma dirinya yang asal bunyi," katanya.
 
Misalnya seperti pernyataan Prabowo yang menyebut penyelenggaraan Asian Games menghambur-hamburkan uang. Padahal saat itu keputusan ada di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Itu juga asal bunyi. Makin mendegradasi elektabilitas Prabowo," kata Ari. 

Ari menyarankan agar Prabowo mengubah citranya, salah satunya melalui kekuatan data. Sebab, selama ini datanya kurang kuat, seperti pernyataan Indonesia bubar tahun 2030 yang hanya berdasarkan novel fiksi.
 
"Jadi ke depannya, alangkah baiknya jika mengeluarkan pernyataan, Prabowo harus mendasarkan pada basis data yang jelas dan valid," tutupnya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1