Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Setelah Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menjadi C‎alon Presiden 2019, PKS yang selama ini selalu seiring dan sejalan dengan Gerindra langsung menggodok sejumlah nama untuk dijadikan Cawapres Prabowo.

Terdapat sembilan nama kader internal yang sedang digodok majelis Syuro PKS.

Di antaranya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan; Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid; Mantan Presiden PKS, Anis Matta; Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.

Kemudian Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman; Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al'Jufrie; Mantan Presiden PKS; Tifatul Sembiring; Ketua DPP PKS, Al Muzammil Yusuf dan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan saat ini ada upaya untuk menjegal Anis Matta oleh pimpinan PKS untuk disandingakn dengan Prabowo.

‎"Jangan pimpinan itu merasa kita engga tahu apa yang dia lakukan. Kita tahu yang dia lakukan kita tahu yang dia lakukan ini sebenarnya menghambat Anis Matta. Kan itu masalahnya‎," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, jakarta, Jumat, (13/4/2018).

Fahri tidak menyebut siapa pimpinan PKS yang dimaksud.

Hal pasti menurutnya para Pimpinan PKS saat ini takut nama Anis Matta semakin melambung dan kemudian terpilih untuk diajukan PKS menjadi Cawapres Prabowo.

"Saya bingung (Anis) orang bagus kok. Ini tim di DPP mulai bikin kasak kusuk supaya Anis engga masuk dalam 3 besar, ini kelakuannya apa, kita bukan engga tahu, saya ini kan secara sah diputuskan pengadilan masih jadi kader, jadi tahu saya apa yang terjadi di dalam," tuturnya.

Menurut Fahri, PKS seharusnya memilih Anis Matta sebagai Cawapres yang akan disodorkan kepada Gerindra.

‎Anis memiliki pendukung di akar rumput yang sangat kuat dan solid.

Bahkan Fahri mengkalim kader PKS di bawah mayoritas merupakan pendukung Anis Matta.

"Selain itu Anies juga telah sukses membesarkan partai saat PKS dalam masalah. ‎Partai hampir habis, diberesin, tambah 300 ribu suara pada Pemilu, meskipun kursi berkurang. Kemudian enggaa ada apa, Anis diganti, engga jelas," katanya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1