Loading...
Loading...
Presiden Joko Widodo menyebut isu tenaga kerja asing sengaja dijadikan bahan politik.
"Karena sekarang isunya akhir-akhir ini isunya adalah TKA, Tenaga Kerja Asing. Padahal, sebetulnya yang kita reform adalah bagaimana menyederhanakan prosedur administrasi untuk TKA. Berbeda kan," ujar Jokowi.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengaku tak setuju dengan Jokowi.
"Ya memang politik dong, keputusannya aja politik," kata Fadli di Gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (25/4).
Fadli tak setuju anggapan isu tenaga kerja asing sengaja dimatangkan dengan menggoreng-goreng jelang Pilpres 2019. Kata Fadli, Jokowi harus belajar lagi soal politik.
"Tidak digoreng-goreng, kan memang pemerintah mengeluarkan perpres itu dan memberikan kemudahan bagi tenaga kerja asing. Bukan digoreng, itu kenyataan dan kita menolak. kalau menolak itu bukan berarti menggoreng," tegas Fadli.
"Saya kira itu harus diajarilah Pak Presiden itu supaya tahu. kan dia sendiri yang membuat keputusan kan kita merespons dari keputusan itu. Sederhana saja," imbuh Fadli.
"Karena sekarang isunya akhir-akhir ini isunya adalah TKA, Tenaga Kerja Asing. Padahal, sebetulnya yang kita reform adalah bagaimana menyederhanakan prosedur administrasi untuk TKA. Berbeda kan," ujar Jokowi.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengaku tak setuju dengan Jokowi.
"Ya memang politik dong, keputusannya aja politik," kata Fadli di Gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (25/4).
Fadli tak setuju anggapan isu tenaga kerja asing sengaja dimatangkan dengan menggoreng-goreng jelang Pilpres 2019. Kata Fadli, Jokowi harus belajar lagi soal politik.
"Tidak digoreng-goreng, kan memang pemerintah mengeluarkan perpres itu dan memberikan kemudahan bagi tenaga kerja asing. Bukan digoreng, itu kenyataan dan kita menolak. kalau menolak itu bukan berarti menggoreng," tegas Fadli.
"Saya kira itu harus diajarilah Pak Presiden itu supaya tahu. kan dia sendiri yang membuat keputusan kan kita merespons dari keputusan itu. Sederhana saja," imbuh Fadli.
0 Response to " "
Posting Komentar