Loading...
Loading...
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Eggi Sudjana menilai gerakan #2019GantiPresiden adalah sebuah kewajaran. Menurut salah satu tokoh Alumni 212 tersebut, gerakan itu muncul karena ada sekelompok warga yang menginginkan perubahan.
Menanggapi masifnya gerakan tersebut, Eggi pun sepakat untuk ikut mendukung gerakan yang pertama viral di media sosial tersebut.
"Saya berada dalam perspektif bersama kawan-kawan menginginkan ganti Presiden," kata Eggi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/4/2018).
Sebagai orang yang aktif di bidang hukum, Eggi menilai tak ada yang melanggar aturan dibalik gerakan masif itu. Bahkan, dijamin dalam demokrasi.
"Itu sangat legal. Kalau ada yang mempersoalkan, berarti itu yang intoleran. Itulah mereka yang antidemokrasi," ungkap dia.
Eggi yakin, gerakan ini akan semakin terstruktur dari waktu ke waktu sehingga mampu menghadirkan pemimpin baru pada Pilpres 2019 nanti.
Seperti dikabarkan, tagar #2019GantiPresiden beberapa waktu lalu viral dan menjadi populer di sejumlah media sosial. Tagar tersebut mendapatkan sejumlah reaksi dari berbagai kalangan masyarakat.
Beberapa di antaranya menyebut tagar tersebut sebagai sebuah pendapat dari rakyat yang merasa tidak ada perubahan selama Joko Widodo memimpin sebagai Presiden RI. Selain itu, tagar itu juga merupakan salah satu wujud dari demokrasi di Indonesia.
Namun sejumlah pihak lain menyatakan bahwa kemunculan tagar itu justru memberikan pendidikan demokrasi yang buruk bagi masyarakat Indonesia dan meminta agar pemerintah segera bersikap.
Menanggapi masifnya gerakan tersebut, Eggi pun sepakat untuk ikut mendukung gerakan yang pertama viral di media sosial tersebut.
"Saya berada dalam perspektif bersama kawan-kawan menginginkan ganti Presiden," kata Eggi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/4/2018).
Sebagai orang yang aktif di bidang hukum, Eggi menilai tak ada yang melanggar aturan dibalik gerakan masif itu. Bahkan, dijamin dalam demokrasi.
"Itu sangat legal. Kalau ada yang mempersoalkan, berarti itu yang intoleran. Itulah mereka yang antidemokrasi," ungkap dia.
Eggi yakin, gerakan ini akan semakin terstruktur dari waktu ke waktu sehingga mampu menghadirkan pemimpin baru pada Pilpres 2019 nanti.
Seperti dikabarkan, tagar #2019GantiPresiden beberapa waktu lalu viral dan menjadi populer di sejumlah media sosial. Tagar tersebut mendapatkan sejumlah reaksi dari berbagai kalangan masyarakat.
Beberapa di antaranya menyebut tagar tersebut sebagai sebuah pendapat dari rakyat yang merasa tidak ada perubahan selama Joko Widodo memimpin sebagai Presiden RI. Selain itu, tagar itu juga merupakan salah satu wujud dari demokrasi di Indonesia.
Namun sejumlah pihak lain menyatakan bahwa kemunculan tagar itu justru memberikan pendidikan demokrasi yang buruk bagi masyarakat Indonesia dan meminta agar pemerintah segera bersikap.
0 Response to " "
Posting Komentar