Loading...
Loading...
Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah menjabarkan perbedaan cara memerintah antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) semasa menjabat sebagai DKI 1, khususnya dalam menyikapi peredaran narkoba di tempat-tempat hiburan malam.
Menurut Trubus, Ahok terlihat lebih santai dalam menangani kasus tersebut. Ia mengambil contoh dari kasus pengungkapan Badan Narkotika Nasional (BNN) di kawasan Mangga Besar.
"Dulu diskotek Stadium Mangga Besar ditemukan narkoba dari BNN, tapi Ahok membentuk tim buat kajian. Yang pertama pemiliknya harus bagaimana, kedua karyawan harus bagaimana. Diberi solusi. Inilah yang membedakan Ahok dan Anies. Dia sudah ada solusi lebih dulu," ucap Trubus kepada Kricom, Kamis (19/4/2018).
Menurutnya, meski perlakuan Anies dengan mengirimkan Satpol wanita agar lebih terkesan 'ramah dan santun', tetapi penyelesaian Ahok lebih berdampak baik terhadap masyarakat.
"Walaupun sekarang dia bawa Satpol wanita, dulu Ahok bawa pasukan, tapi dampaknya beda, ini lebih kompleks. Karena Ahok dulu diselesaikan secara bertahap, masyarakat juga enggak protes," terangnya lebih lanjut.
Meski demikian, Trubus setuju dengan adanya pergub no. 18 tahun 2018 namun ia mengusulkan agar dilakukan kajian, memberikan solusi kepada pemilik dan pekerja supaya lebih berdampak baik terhadap pengelola.
"Saya setuju Pergub 18, tapi sebaiknya ada solusi, ada kajian, dan lain-lain," ujar Trubus.
Ia juga berpendapat bahwa ada kemungkinan maraknya penutupan tempat hiburan ini merupakan usulan dari kepala SKPD yang sedang 'cari muka' kepada Anies agar tak diganti dari jabatan, mengingat saat ini sedang hebohnya isu pergantian kadis.
"Tapi ini sepenuhnya bukan salah gubernur, karena bisa saja ada permainan dari kepala SKPD. Mereka ini lagi spot jantung jadi bisa saja cari muka, apalagi guberbur ini saya liat kurang koordinasinya jadi bisa saja dimanfaatkan," pungkas dosen Universitas Trisakti ini.
0 Response to " "
Posting Komentar