Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
PDI Perjuangan (PDIP) menilai bahwa belum ada tokoh nasional yang mampu menjadi penantang berat bagi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP, Andreas Hugo Pareira, saat menanggapi hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kompas mengenai Peta Elektabilitas dan Popularitas Capres-Cawapres Pilpres 2019.

Andreas mengungkapkan, saat ini yang menjadi tantangan terberat bagi Jokowi bukanlah siapa yang akan menjadi Capres penantang.

"Karena harus diakui tidak ada satu tokoh nasional pun saat ini yang mempunyai kinerja, atau pernah mempunyai kinerja yang menjadi modal sosial, selain Jokowi," ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Selasa (24/4).

Menurut Andreas, lawan Jokowi pada masa yg akan datang adalah isu, rumor atau slogan-slogan 'black campaign' yang diarahkan pada diri Jokowi.

Andreas mengatakan, maraknya isu politik identitas dan populisme bisa dianggap sebagai jalan pintas menyediakan panggung bagi para kompetitor Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

"Situasi ini yang kita hadapi, dalam peta politik nasional saat ini adalah Jokowi sedang 'shadow boxing' menghadapi politik identitas dan populisme," ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil survei Balitbang Kompas, Jokowi masih menempati posisi pertama tingkat elektabilitas Capres 2019 dengan angka sebesar 55,9 persen.

Tokoh nasional lain seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hanya mendapatkan angka elektabilitas sebesar 14,1 persen dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebesar 1,8 persen.[]

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1