Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meradang. Pasalnya, mendekati pesta politik 2019 mendatang, semakin banyak kritikan tanpa dasar yang menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi). Geram atas hal tersebut, ia mengeluarkan ultimatum.

Politisi senior Partai Golkar ini, seperti yang dilansir dari laman JawaPos.com, mendongkol hebat melihat betapa pencapaian kerja Pemerintahan Jokowi selama 3,5 tahun terakhir sama sekali tak dianggap. Ia langsung menantang siapa pun orang yang telah mengkritik kinerja Jokowi untuk bertemu muka.

Dan menjawab tantangan Luhut tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengeluarkan tanggapan santai. Sebagai pihak yang memang kerap mengkritisi kinerja Pemerintahan Jokowi, ia mengaku siap sedia untuk debat terbuka dengan Luhut.

“Nggak usah disamperin. Kita debat aja. Bikin debat terbuka,” tukas anak buah Prabowo Subianto tersebut, ketika ditemui di ruang kerjanya di Gedung DPR RI, Jakarta pada Senin (9/4), seperti yang dikutip dari laman JawaPos.com, Senin (9/4/2018).

Fadli mengungkapkan, bahwa saat ini ia telah menyusun sebuah buku dengan judul 100 Hari Jokowi-JK, di mana dalam buku tersebut berisi berbagai janji yang hingga saat ini belum juga dicapai oleh Jokowi setelah memimpin Indonesia hingga lebih dari 3 tahun belakangan ini.

Mendapatkan tantangan dari Luhut, Fadli Zon malah membalikkan tantangan untuk bersama-sama mengulas satu demi satu janji-janji Jokowi yang tertulis dalam buku tersebut, di mana masih sangat banyak janji Jokowi yang belum diwujudkan sebagai bukti bagusnya kinerja pemerintah.

Tak hanya berisi janji tertulis saja, Fadli mengungkapkan dalam buku yang telah ia susun tersebut juga berisi janji yang disuarakan Jokowi dalam berbagai kesempatan. Dan sebagai tantangan, Fadli mengajak bedah semua janji Jokowi.

“Buku itu berisi janji-janji Pak Jokowi pada masa kampanye yang tertulis maupun terucap di berbagai keempatan. Mari kita bedah janji-janji tersebut,” ungkap Fadli Zon tak mau kalah dengan tantangan yang dikeluarkan Luhut.

Fadli mengambil contoh, Pertamina mengalahkan Petronas, memberantas mafia energi, menuntaskan krisis pangan dan energi, pupuk murah bagi petani, hingga menghapuskan ujian nasional. “Faktanya, sampai hari ini masih ada tuh, ujian nasional,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan di mana saat ini masyarakat Indonesia turut merasakan dampak dari kegagalan Pemerintahan Jokowi. Namun meski demikian, ia tetap tak menampik, ada sedikit keberhasilan yang dicapai mantan Gubernur DKI Jakarta selama menjadi presiden.

“Kita adu saja datanya. Mana yang berhasil, mana yang tidak. Saya sih, siap sekali (debat),” pungkas pria berdarah Minangkabau kelahiran 1 Juni 1971 tersebut.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1