Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
KUJANG merupakan salah satu senjata tradisional asal Jawa Barat yang diperkirakan muncul sejak abad ke-VIII. Senjata berbentuk unik itu biasanya berukuran seperti pisau dengan panjang sekitar 20-25 sentimeter dan berat sekitar 300 gram.

Akan tetapi, Museum Rekor Dunia Indonesia atau Muri baru saja mencatat rekor kujang terbesar sepanjang 13 meter dengan berat mencapai 1,4 ton di Kabupaten Bogor, Kamis 19 April 2018. Kujang tersebut adalah milik Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Kujang Raksasa jenis Kujang Naga itu diberi nama Kujang Kanjeng Kyai Birawa. Pembuatan kujang tersebut berlangsung selama 2016-2018 di Sumenep, Jawa Timur. Pembuatan kujang tersebut melibatkan perajin dari Kampung Budaya Sunda Paseban bersama Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia atau SNKI menggunakan bahan campuran besi, baja, dan nikel.

Kujang tersebut mulai dipamerkan bersama koleksi lainnya di Rumah Budaya Sunda Paseban, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Pendiri Muri, Jaya Suprana menyatakan, kujang tersebut tak hanya mencetak rekor terbesar di Indonesia, tetapi juga di dunia saat ini.

"Rekor ini diajukan sebagai rekor nasional, tapi saya menolak ini sebagai rekor nasional, ini adalah rekor dunia," kata Jaya Suprana dalam pidato sambutannya.

Selain mencetak rekor koleksi kujang terbesar dan terpanjang, pada kesempatan yang sama, Fadli Zon juga menerima dua penghargaan rekor lainnya dari Muri.
Senjata baru

Fadli Zon juga diganjar penghargaan sebagai Penggagas Pusaka Kelujang dan Prototipe Rumah Bambu Sunda Terlengkap. Bertepatan dengan peringatan Hari Keris Dunia pada 17 April 2018, ia memperkenalkan senjata yang digagasnya bernama kelujang.

Fadli Zon menjelaskan, kelujang merupakan senjata baru gabungan dari keris, celurit, dan kujang. Idenya bahkan diakui sudah didaftarkan ke Hak Kekayaan Intelektual atau Haki sebelum diproduksi secara massal.

"Kelujang menjadi simbol akulturasi budaya budaya Jawa, Madura, dan Sunda," katanya.

Penghargaan ketiga ialah untuk Prototipe Rumah Bambu Sunda Terlengkap. Pembuatan tempat itu menurutnya sebagai bentuk kecintaan pada budaya bambu sebagai bahan pembuatan peralatan untuk kehidupan sehari-hari. Ia menyatakan belajar dan mendapatkan banyak informasi mengenai budaya bambu dari Ki Jatnika.

Menurut Fadli Zon, budaya menggunakan bambu adalah budaya asli Sunda. "Banyak tipe rumah Sunda yang memakai bambu sudah hilang. Sehingga, bambu perlu dilestarikan. Salah satu caranya dengan mewujudkan Kampung Budaya Bambu yang ramah lingkungan ini," katanya.

Selain dihadiri sejumlah seniman dan budayawan lokal, acara penyerahan penghargaan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan elite politik nasional yang menjadi rekan Fadli Zon. Acara tersebut dimeriahkan penampilan seni pencak silat seperti silat Cimande, Silat Balebat, Silat Pamonyet, Silat Pamacan, dan Silat Klujang.***

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1