Loading...
Loading...
Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013 Mahfud MD berharap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bisa menjadi partai manusia, bukan partai Allah atau partai setan seperti yang pernah dilontarkan oleh Dewan Kehormatan PAN Amien Rais beberapa waktu lalu.
“Saya harap ini jadi partai manusia bukan partai Allah atau partai setan. Kalau partai Allah kan maha suci. Mana ada partai seperti itu?” jelas Mahfud usai menjadi tim penyeleksi Bakal Calon Legislatif PSI di Kantor DPP PSI pada Minggu (22/4/2018).
Menurut Mahfud saat ini yang disebut dengan istilah setan lebih tepatnya ialah oknum-oknum koruptor yang ia yakini ada di setiap partai-partai di Indonesia. Oknum-oknum yang berperilaku seperti setan itu, jelas Mahfud, tumbuh karena adanya sistem partai-partai lama yang buruk. Dimana partai tidak memiliki sistem untuk bisa mencegah calegnya bermain kotor saat menjadi wakil rakyat.
“Semua partai kan ada setannya termasuk partai, partai pak siapalah,” ungkapnya dengan santai.
Memiliki Sistem Pertanggung Jawaban
Maka dari itu ia sangat mengapresiasi PSI yang mampu menawarkan sistem yang bersih di dunia perpolitikan Indonesia. Karena partai ini belum memiliki rekam jejak politik di Indonesia, menurut Mahfud, tentunya memiliki kesempatan besar untuk bisa membuktikan dapat memberikan wakil rakyat yang jujur dan mumpuni.
“Maka saya dan kawan-kawan tentu mendukung agar DPR dan dunia perpolitikan kita diberi darah segar yang lebih baru, sehingga harus diperbaiki karena darahnya sudah banyak yang kotor,” jelasnya.
Ia sendiri sudah mendengar dari pengurus-pengurus PSI dimana mereka sudah menyiapkan sistem pengendalian dimana caleg yang diusung akan terus diawasi hingga duduk di kursi rakyat. Hal inilah, kata Mahfud, yang membuat dirinya yakin jika PSI tidak akan menjadi partai setan ataupun partai Allah.
“Jadi ini partai manusia saja, partai manusia yang manusiawi dan Indonesiawi,” tandasnya.
Sebelumnya polemik partai setan dan partai Allah memang sempat dilontarkan oleh Amien Rais. Pernyataannya itu menuai kontroversi di masyarakat bahkan hingga pelaporan ke pihak berwajib.
“Saya harap ini jadi partai manusia bukan partai Allah atau partai setan. Kalau partai Allah kan maha suci. Mana ada partai seperti itu?” jelas Mahfud usai menjadi tim penyeleksi Bakal Calon Legislatif PSI di Kantor DPP PSI pada Minggu (22/4/2018).
Menurut Mahfud saat ini yang disebut dengan istilah setan lebih tepatnya ialah oknum-oknum koruptor yang ia yakini ada di setiap partai-partai di Indonesia. Oknum-oknum yang berperilaku seperti setan itu, jelas Mahfud, tumbuh karena adanya sistem partai-partai lama yang buruk. Dimana partai tidak memiliki sistem untuk bisa mencegah calegnya bermain kotor saat menjadi wakil rakyat.
“Semua partai kan ada setannya termasuk partai, partai pak siapalah,” ungkapnya dengan santai.
Memiliki Sistem Pertanggung Jawaban
Maka dari itu ia sangat mengapresiasi PSI yang mampu menawarkan sistem yang bersih di dunia perpolitikan Indonesia. Karena partai ini belum memiliki rekam jejak politik di Indonesia, menurut Mahfud, tentunya memiliki kesempatan besar untuk bisa membuktikan dapat memberikan wakil rakyat yang jujur dan mumpuni.
“Maka saya dan kawan-kawan tentu mendukung agar DPR dan dunia perpolitikan kita diberi darah segar yang lebih baru, sehingga harus diperbaiki karena darahnya sudah banyak yang kotor,” jelasnya.
Ia sendiri sudah mendengar dari pengurus-pengurus PSI dimana mereka sudah menyiapkan sistem pengendalian dimana caleg yang diusung akan terus diawasi hingga duduk di kursi rakyat. Hal inilah, kata Mahfud, yang membuat dirinya yakin jika PSI tidak akan menjadi partai setan ataupun partai Allah.
“Jadi ini partai manusia saja, partai manusia yang manusiawi dan Indonesiawi,” tandasnya.
Sebelumnya polemik partai setan dan partai Allah memang sempat dilontarkan oleh Amien Rais. Pernyataannya itu menuai kontroversi di masyarakat bahkan hingga pelaporan ke pihak berwajib.
0 Response to " "
Posting Komentar