Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Kehadiran politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais di Balai Kota beberapa waktu lalu menuai kritikan dari berbagai pihak. Pasalnya, Amien dinilai telah memanfaatkan gedung pemerintahan DKI Jakarta tersebut sebagai corong ideologi politiknya.

Hal itu dibuktikan dengan ucapannya soal politisasi masjid beberapa waktu lalu di dalam acara yang dihadiri oleh para ustazah.

Menurut pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah menilai, seharusnya Balaikota tak boleh dipergunakan oleh kegiatan-kegiatan yang berbau politik.

"Kalau kemudian ada misi untuk pidato atau kampanye politik, itu yang melanggar norma etika dalam Pergubnya, kecuali menyewa dan ada kompensasinya. Saya kira Pak Gubernur (Anies Baswedan) tahu aturannya," kata Trubus kepada Kricom di Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Trubus menilai, ada motif politik di mana Balai Kota difungsikan sebagai tempat 'tandingan' bagi Istana Negara yang dikuasi oleh Joko Widodo.

"Jadi sebagai tempat oposisi terhadap pemerintah sekarang, lawan-lawan politik," kata Trubus.

Dia mencontohkan kedatangan beberapa tokoh seperti Rizal Ramli ke Balai Kota yang melemparkan kritikan ke pemerintah.

"Balai Kota yang sejatinya ikon Jakarta dan dipakai untuk pelayanan publik, ya jadi dilanggar gitu," kata pengamat dari Universitas Trisakti ini.

Trubus mencontohkan saat jaman Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Balai Kota dijadikan tempat pengaduan masyarakat soal layanan publik.

"Lalu kalau sekarang dipakai untuk kepentingan untuk berbau politik, ini yang melanggat etika publik. Jadi sebagai ikon tandingan dari Istana untuk kepentingan politik 2019," tutup Trubus.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1