Loading...
Loading...
Di sejumlah lembaga survei, elektabilitas Joko Widodo masih yang tertinggi dibandingkan penantangnya. Selisihnya pun mencapai puluhan persen. Apalagi jika dibandingkan dengan Prabowo Subianto dan Gatot Nurmantyo.
Politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait mengatakan, elektabilitas Jokowi yang terus meningkat dan jauh meningggalkan capres lainnya karena masyarakat sudah bisa melihat dan merasakan hasil pembangunan selama kepemimpinan Jokowi.
“Pak Jokowi kita lihat fokus dalam bekerja. Membangun infrastruktur hampir merata di seluruh negeri dan hasilnya sudah bisa dirasakan masyarakat Indonesia,” kata Maruarar di Jakarta, Jumat (20/4/2018).
Maruarar pun meyakini, elektabilitas Jokowi pada PIlpres 2019 akan berbeda jauh dibanding Pilpres 2014 yang lalu.
Selain karena rakyat sudah merasakan hasil kinerja, Jokowi saat ini diusung oleh banyak parpol, organisasi, tokoh-tokoh bangsa, dan tentunya mayoritas rakyat Indonesia.
Meski begitu, Maruarar mengaku partainya tidak pernah menganggap enteng para calon lawan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.
"Kita tidak boleh menganggap remeh siapa pun," ujarnya.
Maruarar menyebut saat ini memang hanya ada dua nama yang memiliki elektabilitas jelang Pilpres 2019, yaitu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Joko Widodo.
Menurut Maruarar, Prabowo tidak bisa dianggap enteng. Pasalnya, tanpa jabatan publik yang disandang, mantan Danjen Kopassus itu tetap diharapkan oleh masyarakat untuk memimpin Indonesia.
"Pak Prabowo kan bisa dikatakan tidak punya jabatan publik. Dia hanya Ketum Gerindra dan saya harus mengakui itu," jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait mengatakan, elektabilitas Jokowi yang terus meningkat dan jauh meningggalkan capres lainnya karena masyarakat sudah bisa melihat dan merasakan hasil pembangunan selama kepemimpinan Jokowi.
“Pak Jokowi kita lihat fokus dalam bekerja. Membangun infrastruktur hampir merata di seluruh negeri dan hasilnya sudah bisa dirasakan masyarakat Indonesia,” kata Maruarar di Jakarta, Jumat (20/4/2018).
Maruarar pun meyakini, elektabilitas Jokowi pada PIlpres 2019 akan berbeda jauh dibanding Pilpres 2014 yang lalu.
Selain karena rakyat sudah merasakan hasil kinerja, Jokowi saat ini diusung oleh banyak parpol, organisasi, tokoh-tokoh bangsa, dan tentunya mayoritas rakyat Indonesia.
Meski begitu, Maruarar mengaku partainya tidak pernah menganggap enteng para calon lawan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.
"Kita tidak boleh menganggap remeh siapa pun," ujarnya.
Maruarar menyebut saat ini memang hanya ada dua nama yang memiliki elektabilitas jelang Pilpres 2019, yaitu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Joko Widodo.
Menurut Maruarar, Prabowo tidak bisa dianggap enteng. Pasalnya, tanpa jabatan publik yang disandang, mantan Danjen Kopassus itu tetap diharapkan oleh masyarakat untuk memimpin Indonesia.
"Pak Prabowo kan bisa dikatakan tidak punya jabatan publik. Dia hanya Ketum Gerindra dan saya harus mengakui itu," jelasnya.
0 Response to " "
Posting Komentar