Calon Presiden
Loading...
Loading...
Calon Presiden (capres) incumbent, Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi kandidat kuat dalam konstestasi Pilpres 2019.
Dari hasil beberapa lembaga survei, elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu stabil pada kisaran 40 persen. Unggul jauh dengan pesaing terdekatnya Prabowo Subianto yang hanya 25 persen.
Meski demikian, pencalonan Jokowi bisa 'digoyang' jika poros Prabowo mampu melakukan manuver politik secara cerdas.
Pilpres 2019
Maka tentu akan sangat krusial bagi Jokowi menentukan calon wakil presidennya (cawapres).
Hal itu diungkapkan Pakar Politik dan Ekonomi Pancasila Nusantara Center, Yudhie Haryono.
Yudhie yakin jika Jokowi mampu menggaet Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai cawapresnya, kemenangan Pilpres 2019 bisa menjadi garansi.
"Kalau ingin menang, Jokowi harus mengambil Anies sebagai cawapres, 100 persen menang," ungkap Yudhie di gedung Nusantara V komplek DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).
Menurut Yudhie, Anies memiliki basis suara besar. Selain itu, pendukungnya sendiri merupakan suara Prabowo.
"Artinya jika Anies merapat ke Jokowi dapat pula memecah dukungan kepada Prabowo," jelas ini.
Jokowi juga diprediksi dapat meraih kemenangan di pilpres jika menggaet nama berlatar belakang militer seperti Moeldoko.
Namun garansi kemenangan dianggap tidak akan sebesar jika Jokowi berpasangan dengan Anies.
Sementara itu, jika Jokowi berpikiran ingin membuat pilpres 2019 ramai dengan persaingan ketat antara pasangan calon (paslon), maka mantan Wali Kota Solo itu disarankan menggaet Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB).
"Kalau ingin ramai ambil TGB," pungkas Yudhie.
Sumber: kompas.com
Dari hasil beberapa lembaga survei, elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu stabil pada kisaran 40 persen. Unggul jauh dengan pesaing terdekatnya Prabowo Subianto yang hanya 25 persen.
Meski demikian, pencalonan Jokowi bisa 'digoyang' jika poros Prabowo mampu melakukan manuver politik secara cerdas.
Pilpres 2019
Maka tentu akan sangat krusial bagi Jokowi menentukan calon wakil presidennya (cawapres).
Hal itu diungkapkan Pakar Politik dan Ekonomi Pancasila Nusantara Center, Yudhie Haryono.
Yudhie yakin jika Jokowi mampu menggaet Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai cawapresnya, kemenangan Pilpres 2019 bisa menjadi garansi.
"Kalau ingin menang, Jokowi harus mengambil Anies sebagai cawapres, 100 persen menang," ungkap Yudhie di gedung Nusantara V komplek DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).
Menurut Yudhie, Anies memiliki basis suara besar. Selain itu, pendukungnya sendiri merupakan suara Prabowo.
"Artinya jika Anies merapat ke Jokowi dapat pula memecah dukungan kepada Prabowo," jelas ini.
Jokowi juga diprediksi dapat meraih kemenangan di pilpres jika menggaet nama berlatar belakang militer seperti Moeldoko.
Namun garansi kemenangan dianggap tidak akan sebesar jika Jokowi berpasangan dengan Anies.
Sementara itu, jika Jokowi berpikiran ingin membuat pilpres 2019 ramai dengan persaingan ketat antara pasangan calon (paslon), maka mantan Wali Kota Solo itu disarankan menggaet Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB).
"Kalau ingin ramai ambil TGB," pungkas Yudhie.
Sumber: kompas.com
0 Response to "Calon Presiden"
Posting Komentar