Loading...
Loading...
Amerika Serikat (AS) mengumumnkan bahwa operasi penyerangan di Douma telah sukses. Amerika Serikat mengklaim bahwa pusat pebuatan senjata kimia telah berhasih di hancurkan bersama sekutunya Perancis dan Inggris.
Serangan AS, Prancis, dan Inggris ini sebagai tanggapan atas penggunaan senjata kimia yang dilakukan Suriah di Douma pada 7 April 2018 kemarin.
AS, Prancis, dan Inggris meluncurkan 103 rudal di Douma Suriah pada Jumat (14/4) kamarin, namun, sebanyak 71 rudal berhasil ditangkis oleh angakatan udara Suriah. Artinya 70 persen rudal itu berhasil digagalkan.
Menanggapi itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan bahwa pemimpin negara yang melancarkan serangan itu bego-bego dan otaknya tidak ‘jalan’.
Selain itu, Fahri Hamzah berharap tidak ada korban jiwa masyarakat sipil dalam serangan itu.
“Aku mau tidur, Dari tadi memantau #SyriaAirstrikes yang dilakukan oleh beberapa negara. Kalau aku lihat semua pemimpin dunia yg perang ini bego2, otaknya Gak jalan. Semoga tak ada korban jiwa rakyat sipil. Ya Allah selamatkan Rakyat Syiria. #SaveSyirian #SaveCivilian,” demikian tulis Fahri diakun twitternya, dikutip Minggu (15/4).
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada laporan jatuhnya korba jiwa dalam serangan tersebut.
AS, Inggris, Perancis telah meluncurkan lebih dari 103 rudal pada Jumat (14/4) atas dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah. Serangan tersebut menargetkan tiga lokasi yang di duga sebagai pusat produksi, fasilitas dan penelitian di Douma.

0 Response to " "
Posting Komentar