Loading...
Loading...

Di Negara Afrika Ini, Ojek Disebut 'Jakarta', Ini Alasannya

Loading...
Loading...
Kementerian Luar Negeri menggelar Forum Indonesia-Afrika (IAF) pada 10-11 April di Bali. Forum itu juga diadakan untuk meningkatkan kerjasama Indonesia dengan negara-negara Afrika tidak hanya dari pada aspek politik saja.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir mengatakan, hubungan tersebut sudah terjadi sejak dalam konteks kolonialisme. Sudah waktunya bagi Indonesia dan Afrika membangun dari segi ekonomi untuk kesejahteraan. Dia mengatakan, pandangan masyarakat dan pengusaha Indonesia harus berubah tentang Afrika.

"Hambatan utama adalah pengusaha kita tidak mengerti soal Afrika dan sebaliknya negara-negara Afrika belum paham mengenai kemampuan dan kemajuan di Indonesia," ujar Arrmanatha kepada awak media di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

"Kalau inget Afrika jangan hanya film Gods Must Be Crazy tapi potensinya itu banyak. Gods Must Be Crazy 'kan 30 tahun lalu filmnya," imbuh pria yang akrab disapa Tata itu.

Menurutnya, saat ini Senegal banyak belajar dari Indonesia. Bahkan, di Senegal ojek sepeda motor disebut sebagai 'Jakarta'. "Di Senegal, moda transportasi yang sedang berkembang adalah motor yang disebutnya Jakarta. Mereka melihatnya dari Jakarta," katanya.

"Senegal ingin belajar dari Indonesia bagaimana mengembangkan ojek ini. Itu adalah peluang peluang yang ingin kita dorong," tambah dia.

Lewat IAF, dia berharap hubungan antara Indonesia-Afrika, terutama dalam hal kemitraan dagang, dapat lebih meningkat. Pasalnya, dalam beberapa kasus barang produksi Indonesia beredar di Afrika lewat pihak ketiga seperti Singapura.

Arrmanatha menambahkan, IAF menjadi kuasi pertemuan di mana pemerintah dan swasta turut hadir. Negara-negara Eropa seperti Inggris dan juga China juga memiliki forum serupa dengan IAF, tetapi beda pada tingkat pembahasannya.

"Mereka fokusnya pada pembangunan antarpemerintah, sedangkan ini 'kan ada percampuran antara swasta dengan pemerintah," kata Arrmanatha.

Dia menerangkan, populasi di Benua Afrika saat ini mencapai 1,3 miliar orang. Sementara itu, prediksi pertumbuhan populasi mencapai 40% sehingga akan menjadi pasar potensial mengingat usia produktif akan banyak berada di Benua Hitam.

0 Response to "Di Negara Afrika Ini, Ojek Disebut 'Jakarta', Ini Alasannya"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1