Loading...
Loading...

Pengamat: Tidak Terlalu Signifikan Jika PAN Dikeluarkan dari Koalisi

Loading...
Loading...
Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Philips J Vermonte menjelaskan tidak akan ada perubahan peta politik yang signifikan apabila Jokowi mengeluarkan PAN dari partai koalisi partai politik pendukung pemerintah.
Pengamat: Tidak Terlalu Signifikan Jika PAN Dikeluarkan dari Koalisi
Suara PAN yang dinilai tidak begitu besar dibanding suara partai lainnya dalam koalisi, dinilai masih dapat meneruskan agenda dan keputusan dari koalisi pemerintah hingga 2019 mendatang.

"Saya rasa tidak akan banyak berubah petanya. Tidak terlalu signifikan jika PAN nantinya akan dikeluarkan dari koalisi," kata dia di Kantor CSIS, Jakarta, Senin (24/7/2019)

Dirinya melihat peta koalisi akan kembali seperti awal masa pemerintahan Jokowi pada 2014 lalu, mengingat PAN menyatakan akan mendukung pemerintah saat pemerintahan sudah berjalan selama satu tahun lebih.

Namun, Jokowi sebagai presiden juga harus dapat memberikan alasan yang tepat, apabila ingin mengeluarkan perwakilan dari PAN jika nantinya terjadi perombakan kabinet.

"Harus ada alasan yang tepat bagi Jokowi, jika PAN memang akan dikeluarkan dari kabinet. Jika alasannya, kurang tepat, maka pandangan masyarakat bisa saja negatif," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais meminta agar partainya segera menarik kader PAN dari kabinet pemerintahan Jokowi, yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur.

Selain Asman, PAN juga menaruh Sutrisno Bachir yang saat ini menjadi Kepala Komite Ekonomi dan Industri Nasional.

"Pokoknya saya usul supaya Asman Abnur segera keluar dari kabinet, titik." kata Amien di Kompas TV, Minggu (23/7/2017).

0 Response to "Pengamat: Tidak Terlalu Signifikan Jika PAN Dikeluarkan dari Koalisi"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1