Loading...
Loading...

'Jadi Nggak Asyik Berteman Karena Berbeda Pilihan'

Loading...
Loading...
"Jadi Nggak Asyik Berteman karena Berbeda Pilihan," ujar Ansy Lema, anggota tim sukses Ahok-Djarot, dalam diskusi "Melanjutkan Kembali Demokrasi di Jakarta" di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2017).
Pasalnya, selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, Ansy mengatakan banyak berbagai kubu berseteru. Bahkan antar sesama kawan.

Namun, dengan berakhirnya Pilkada, ia berharap juga tidak ada lagi perseteruan terjadi antar pendukung.

"Sekarang fase cooling down. Hasilnya sudah sudah seperti ini, tanggung jawab kita untuk merekatkan kembali," katanya.

Ansy, juga berharap, agar kebencian antar Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA) tidak lagi ditunjukkan. Pasalnya, bisa mempengaruhi wilayah lain.

"Memang masih ada pendukung kami yang belum mampu menerima kekalahan. Tapi kami berharap tidak ada lagi rasa sakit hati," katanya.

Pasalnya, Ahok dan Djarot sendiri sudah menerima kekalahan tersebut. Tinggal para pendukung mengkritis kinerja Anies dan Sandi selanjutnya.

"Pak Ahok dan Djarot sudah menerima kok. Saya sendiri langsung ucapkan selamat kepada para timses Anies-Sandi. Karena itu, para pendukung ini enggak perlu terlalu sensi dan baper (bawa perasaan), harus lebih banyak tamasya," kata Ansy.

Hal senada dikatakan oleh Rachland Nashidik, Juru Bicara Pasangan Calon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Bahwa seharusnya para pendukung bisa menjaga dan mengontrol emosinya.

"Pilkada sudah berakhir. Sudah lah kita sudahi sampai di sini. Kita kontrol saja pemerintahannya nanti," katanya.

Sementara itu, Pengamat Politik, Siti Zuhro juga mengatakan agar para pendukung menyudahi perseteruannya.

"Saatnya kita tutup buku," katanya.

Ia berharap agar tidak ada lagi perpecahan antar sesama setelah pilkada ini.

"Jangan sampai terjadi perceraian antar budaya," katanya.

0 Response to "'Jadi Nggak Asyik Berteman Karena Berbeda Pilihan'"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1