Sepekan Berlalu, Kondisi Novel Baswedan Tak Berbanding Lurus dengan Proses Hukum Pelaku
Loading...
Loading...
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, hingga saat ini masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit di Singapura
Selasa (11/4/2017) pagi Novel mendapat serangan fisik dari dua orang tak dikenal.
Saat itu, Novel baru saja usai menjalankan ibadah salat subuh berjamaah di masjid sekitar kediamannya.
Mendadak, dua pemotor tak dikenal menghampiri pria lulusan Akpol ini.
Dua pelaku tersebut langsung menyiram air keras ke wajah Novel.
Akibatnya, sepupu Anies Baswedan ini mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh.
Sementara itu, organ tubuh yang paling parah mengalami luka adalah mata.
Hingga akhirnya Novel menjalani perawatan di Rumah Sakit Jakarta Eye Center.
Belum genap sehari dirawat, Novel pun langsung dipindahkan ke Singapura atas permintaan keluarga.
Kerusakan mata, terutama bagian kiri, yang dialami Novel Baswedan ternyata cukup parah.
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017). Insert kanan luka akibat air keras di wajah Novel.
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017). Insert kanan luka akibat air keras di wajah Novel. (IST/KOLASE TRIBUNWOW)
Hal ini disampaikan Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif.
"Yang kiri itu paling rusak, stage empat. Itu yang paling rusak. Yang kanan itu stage tiga," kata Laode saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senin (17/4/2017), dikutip dari Tribunnews.
Meski begitu, kondisi kesehatan Novel terpantau stabil.
Hal senada pun disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.
"Kondisi Novel secara fisik, umumnya baik. Dia masih mendapat perawatan rutin. Rabu besok, Novel akan kembali diperiksa oleh dokter," kata Febri.
Namun, soal rencana kepulangan Novel, tim dokter yang menanganinya mengaku belum bisa memastikan.
Pencangkokan kornea mungkin saja dilakukan pada mata Novel.
"Kalau lambat sekali, mungkin akan ada pencangkokan (kornea)," ujarnya.
Febri pun mengatakan saat ini pandangan mata Novel masih berkabut.
Sementara untuk jaringan mata sudah terlihat ada pertumbuhan meski lambat.
"Dalam seminggu akan dilihat, apakah bagian kornea ada pertumbuhan atau tidak. Setiap hari terus diamati dan akan diputuskan pada pekan depan," terang Febri.
"Kalau diputuskan operasi, kemungkinan menggunakan donor kornea dari keluarga atau pihak lain. Nanti dokter yang menjelaskan," tambahnya.
Sementara itu, kabar baik soal kondisi kesehatan mata Novel rupanya tak berbanding lurus dengan kelanjutan proses hukum pelaku penyiraman air keras.
Pasalnya, hingga saat ini pihak kepolisian belum juga berhasil meringkus pelaku.
Padahal, sejak beberapa hari lalu sejumlah saksi telah diperiksa.
Bukti rekaman CCTV hingga foto terduga pelaku juga sudah dikumpulkan.
"Ya. Belum (diketahui pelaku), masih dalam penyelidikan, kita belum dapat siapa pelakunya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, saat dihubungi wartawan, Minggu (16/4/2017).
Novel Baswedan
(Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dibawa dengan menggunakan kursi roda saat akan diterbangkan ke Singapura dari RS Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017). (Repro/KompasTV)
"(Buktinya) sedang kita analisa, bagaimana nanti, isinya apa di situ, nanti dilaporkan," ujar Argo.
Demi terungkapnya kasus ini, KPK terus berkoordinasi dengan Polri.
"Kami harap dalam waktu dekat akan ditemukan pelakunya. Kami berikan apa yang dibutuhkan kalau penyidik Polri membutuhkan," ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (18/4/2017).
"Kami percaya ini bisa diungkap. Kapolri telah datang menjenguk Novel di rumah sakit. Presiden juga sudah perintahkan Kapolri untuk menangkap pelakunya," kata Febri. (Sumber:Tribunwow.com/Dhika Intan)



0 Response to "Sepekan Berlalu, Kondisi Novel Baswedan Tak Berbanding Lurus dengan Proses Hukum Pelaku"
Posting Komentar